
Pemandangan berbeda terlihat pada skuad tim nasional Argentina saat melakoni laga kontra Swiss di ajang Piala Dunia 2026. Lionel Messi dan kawan-kawan tampak mengenakan pita hitam di lengan jersey mereka, sebuah simbol duka cita yang mendalam bagi dunia sepak bola Albiceleste.
Penggunaan pita hitam tersebut merupakan bentuk penghormatan terakhir bagi legenda sepak bola Argentina, Antonio Rattin, yang dikabarkan meninggal dunia. Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) mengonfirmasi bahwa aksi ini telah mendapatkan izin resmi untuk dilakukan sepanjang pertandingan berlangsung.
Kapten timnas Argentina, Lionel Messi, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian sosok yang menjadi inspirasi bagi banyak generasi pemain di negaranya tersebut. Messi menegaskan bahwa mengenakan pita hitam adalah cara tim untuk mengenang jasa besar sang legenda.
“Ini adalah hari yang sangat menyedihkan bagi sepak bola Argentina. Kami mengenakan pita hitam ini untuk menghormati Antonio Rattin, seorang tokoh besar dalam sejarah tim nasional kami,” ujar Messi dalam keterangannya.
Senada dengan Messi, pelatih timnas Argentina Lionel Scaloni juga menekankan pentingnya menghargai warisan yang ditinggalkan oleh para pendahulu. Menurutnya, semangat yang dibawa oleh Rattin akan selalu menjadi bagian dari identitas tim nasional.
“Kami ingin memberikan penghormatan yang layak kepada beliau. Kontribusinya terhadap jersey ini tidak akan pernah dilupakan, dan hari ini kami bermain dengan semangat yang pernah beliau tunjukkan,” ungkap sang pelatih.
Antonio Rattin dikenal sebagai salah satu gelandang ikonik Argentina yang pernah memimpin tim di panggung internasional, termasuk pada Piala Dunia 1966. Kepergiannya meninggalkan celah besar bagi publik sepak bola Argentina yang tengah berjuang di turnamen paling bergengsi di dunia tersebut.
Laga melawan Swiss di Piala Dunia 2026 ini pun menjadi momen emosional bagi seluruh anggota tim, di mana mereka tidak hanya bertanding untuk meraih poin, tetapi juga untuk memberikan dedikasi kemenangan bagi mendiang Antonio Rattin.
